Pimpinan Daerah: Adalah Rantai Perubahan Bukan Manajer Birokrasi

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniku /1 Juli 2026

GOWA | AJUN. OR. ID–Daerah maju bukan karena APBD-nya besar, tapi karena kepalanya cerdas. Sayangnya, banyak pimpinan daerah hari ini terjebak jadi “manajer stempel” yang sibuk mengejar seremonial, bukan pemimpin perubahan yang berani memotong rantai birokrasi.

Tantangan pemerintahan daerah 2026 sudah beda. Warga nggak lagi cukup dengan “jalan diaspal, lampu nyala”. Mereka nuntut data yang terbuka, pelayanan yang cepat, dan keberanian mengambil keputusan tak populer demi jangka panjang.

Masalahnya, sistem sering menjebak pimpinan daerah dalam 3 hal: Yaitu

1.”Takut salah. Akhirnya semua keputusan dilempar ke “kajian” dan “rapat”. Padahal waktu warga nggak bisa dirapatkan.

2. Mengejar viral, bukan solusi : Program diresmikan megah, tapi 6 bulan kemudian mati karena nggak ada keberlanjutan.

3 Jarak dengan rakyat. Kantor buka untuk tamu penting, tapi tutup untuk pedagang kecil yang cuma mau minta izin usaha.

Baca Juga:  Klarifikasi Keluarga Selebgram NR Terkait Isu Prostitusi, Pernikahan Siri, dan Sengketa Harta

Padahal, pimpinan daerah yang dikenang sejarah bukan yang paling banyak foto gunting pita. Tapi yang berani bilang “sistem ini kita bongkar”, yang berani turun ke pasar jam 5 pagi, yang berani kasih data ke publik meski datanya jelek.

Kepemimpinan daerah hari ini butuh 3 keberanian: berani transparan, berani memotong birokrasi, berani gagal demi mencoba hal baru.

Warga tak meminta pemimpin yang sempurna. Kami cuma minta pemimpin yang selalu hadir, mendengar, dan bertindak. Karena jabatan itu hanya titipan. Dan titipan terbaik adalah meninggalkan daerah yang lebih baik dari saat pertama kita terima.(*/)

 

Oleh Hrd tl

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ajun.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AJUN Desak Polrestabes Makassar Tindaklanjuti Laporan Warga, Kepastian Hukum Dipertanyakan
Mafia Tanah Merajalela di Desa Asam-Asam Jorong Tanah Laut, APH Diminta Bertindak Tegas Tanpa Pandang Bulu
Dugaan Kuat, SPBU Pendolo Sarang Mafia BBM Bersubsidi, Polsek Pamona Selatan Menjadi Sorotan Publik.
Petugas Dan Admin SPBU No : 63.748.002 Diduga Kerjasama Menyalurkan BBM Kepada Para Mafia Minyak, Dirkrimsus Polda Kalteng Khususnya Polres Pulang Pisau Diminta Turun Menyidak
Diduga Kontraktor PT. Bumi Siak Makmur (BSM) Hendak Bodohi Warga Desa Maju Bersama Terkait Lahan Program CSR 2025
Ketua Umum DPN Peradmi Kecam Pernyataan Kontroversial Hilman Soecipto Terkait Jumlah Organisasi Advokat yang Diakui Pemerintah
M Aras : Berkedok Jual BBM Eceran, Solar Dan Pertalite Langka Di Panajam Paser Utara SPBU No 64-761-019 Diduga Ikut Terlibat Menyalurkan Kepada Para Mafia BBM
Polsek Muara Kaman Polres Kukar, Berhasil Amankan Tiga Residivis Spesialis Pencurian Lintas Kabupaten
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 23:56 WIB

Pimpinan Daerah: Adalah Rantai Perubahan Bukan Manajer Birokrasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:48 WIB

AJUN Desak Polrestabes Makassar Tindaklanjuti Laporan Warga, Kepastian Hukum Dipertanyakan

Kamis, 18 Desember 2025 - 02:53 WIB

Mafia Tanah Merajalela di Desa Asam-Asam Jorong Tanah Laut, APH Diminta Bertindak Tegas Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:02 WIB

Dugaan Kuat, SPBU Pendolo Sarang Mafia BBM Bersubsidi, Polsek Pamona Selatan Menjadi Sorotan Publik.

Rabu, 26 November 2025 - 07:49 WIB

Petugas Dan Admin SPBU No : 63.748.002 Diduga Kerjasama Menyalurkan BBM Kepada Para Mafia Minyak, Dirkrimsus Polda Kalteng Khususnya Polres Pulang Pisau Diminta Turun Menyidak

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Wabup Rahmanto Muhidin Hadiri Resepsi Pernikahan Warga di Muara Bakanon

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:49 WIB