Opiniku /1 Juli 2026
GOWA | AJUN. OR. ID–Daerah maju bukan karena APBD-nya besar, tapi karena kepalanya cerdas. Sayangnya, banyak pimpinan daerah hari ini terjebak jadi “manajer stempel” yang sibuk mengejar seremonial, bukan pemimpin perubahan yang berani memotong rantai birokrasi.
Tantangan pemerintahan daerah 2026 sudah beda. Warga nggak lagi cukup dengan “jalan diaspal, lampu nyala”. Mereka nuntut data yang terbuka, pelayanan yang cepat, dan keberanian mengambil keputusan tak populer demi jangka panjang.
Masalahnya, sistem sering menjebak pimpinan daerah dalam 3 hal: Yaitu
1.”Takut salah. Akhirnya semua keputusan dilempar ke “kajian” dan “rapat”. Padahal waktu warga nggak bisa dirapatkan.
2. Mengejar viral, bukan solusi : Program diresmikan megah, tapi 6 bulan kemudian mati karena nggak ada keberlanjutan.
3 Jarak dengan rakyat. Kantor buka untuk tamu penting, tapi tutup untuk pedagang kecil yang cuma mau minta izin usaha.
Padahal, pimpinan daerah yang dikenang sejarah bukan yang paling banyak foto gunting pita. Tapi yang berani bilang “sistem ini kita bongkar”, yang berani turun ke pasar jam 5 pagi, yang berani kasih data ke publik meski datanya jelek.
Kepemimpinan daerah hari ini butuh 3 keberanian: berani transparan, berani memotong birokrasi, berani gagal demi mencoba hal baru.
Warga tak meminta pemimpin yang sempurna. Kami cuma minta pemimpin yang selalu hadir, mendengar, dan bertindak. Karena jabatan itu hanya titipan. Dan titipan terbaik adalah meninggalkan daerah yang lebih baik dari saat pertama kita terima.(*/)
Oleh Hrd tl












