Dugaan Kuat, SPBU Pendolo Sarang Mafia BBM Bersubsidi, Polsek Pamona Selatan Menjadi Sorotan Publik.

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poso Sulawesi Tengah | AJUN.OR.ID–SPBU di kawasan Pendolo 74.946.06 menjadi pusat perhatian masyarakat terkait dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Solar dan pertalite, yang di ketahui di nahkodai oleh “Jafar” selaku pengawas SPBU tersebut.

Modus operandi yang terstruktur ini diduga melibatkan sindikat berantai antara pihak pengawas SPBU, pelaku mafia BBM dan pihak oknum Polsek Pamona Selatan guna melancarkan aksinya.

Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa SPBU Pendolo telah lama menjadi titik transit utama bagi operasi ilegal yang di lakukan para Mafia BBM bersubsidi. Kegiatan ini sering dilakukan melalui pembelian Solar dan pertalite secara berulang yakni (dikenal sebagai “nge-rit”) menggunakan armada kendaraan yang telah dimodifikasi alias (tengki siluman), BBM tersebut kemudian dialihkan / dilangsir ke tempat penampungan para mafia BBM, untuk dijual kembali dengan harga non-subsidi guna mendapatkan keuntungan pribadi.

Praktik kotor ini tidak hanya merusak sistem distribusi energi nasional tetapi juga merampok hak masyarakat miskin dan nelayan kecil yang seharusnya menjadi sasaran penerima subsidi utama. Dari informasi dari salah satu warga setempat “ST” 42th aktivitas praktik ilegal ini terjadi secara terbuka, seringkali berlangsung pada malam hari atau pada waktu yang sepi, mengindikasikan adanya perlindungan atau pembiaran oleh (APH) khususnya Polsek Pamona Selatan.

Lambanya tindak hukum di Polsek Pamona Selatan terkesan adanya pembiaran atas tindakan kejahatan yang secara terang-terangan di SPBU Pendolo kec, Pamona Selatan.

Baca Juga:  Ikrar Perang Terhadap Narkoba dan HP, Rutan Poso Komitmen Bersih - Bersih

“Ini bukan hanya masalah kelalaian, tetapi ada dugaan kuat pembiaran sistematis. Setiap laporan yang masuk seolah-olah hilang ditelan bumi tanpa adanya tindakan bagi para mafia BBM, ini sangat jelas menunjukkan adanya jaringan yang kuat di balik praktik ilegal ini,” ujar tim investigasi

“Kerugian negara akibat penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran ini sangat berdampak bagi masyarakat. Olehnya itu berdasarkan bukti-bukti yang di temukan kami meminta tegas kepada pihak Polres Poso dan Polda Sulawesi Tengah agar menindak lanjuti temuan ini dan tangkap para pelaku khususnya “Jafar” pihak pengawas SPBU Pendolo yang berperan penting dalam praktik ilegal ini.” Tambahnya….

APH didesak untuk segera mengambil tindakan nyata, mengungkap jaringan mafia ini, dan memastikan bahwa penyaluran subsidi BBM kembali tepat sasaran sesuai peruntukannya.

Ditempat terpisah,DPN “PERADMI” Dr.Muhammad Nur SH.MH Angkat Suara.“Jika benar ada pelanggaran hukum, mengapa penimbun/pelangsir BBM dan yang terlibat tidak di tindak, Apakah ini bentuk perlindungan terhadap mafia yang berkedok bisnis sah? Ini alarm bahaya bagi kebebasan pers dan hak masyarakat bahkan bagi keadilan hukum di negeri ini. ”Pungkas Dr.Muhammad Nur SH.MH

Suara Keadilan untuk Masyarakat.

Ketua DPN PERADMI juga mendesak Kapolda Sulawesi Tengah turun tangan meninjau ulang kasus ini. Aparat penegak hukum (APH) diminta bersikap adil, transparan, dan tidak berpihak pada pemodal atau mafia.(#).

Bersambung part 2

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel ajun.or.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respons Sigap Polresta Balikpapan Atasi Pasir Ilegal, Diapresiasi DPP AJUN Penegakan Hukum Harus Tuntas Demi Lingkungan Dan Kepastian Rasa Aman
Jual Beli Pasir Hasil Tambang Ilegal di Balikpapan Makin Merajalela, Jaringan Pengawasan Dinilai Lemah Dan Lumpuh  
*Dugaan Konflik Kepentingan Mengemuka, INAKOR Sulsel Soroti Proses Pemberian Sanksi terhadap ASN di Bone*
30 Anak Diduga Jadi Korban Pelecehan di SDN Nipa-Nipa Makassar, DP3A Kawal Ketat Proses Hukum dan Pemulihan Korban
Sorot Anggaran Museum Gowa dan Mesjid Tua Katangka Rp 447 Juta vs Realita Lapangan : LSM & AJUN Duga Mark-up dan Korupsi Pemeliharaan, Segera Lapor ke Kejaksaan
HGU Berakhir, LONSUM Masih Bertahan di Tanah Adat Kajang : Ammatoa Serukan Perlawanan Damai, Pengacara Adat Ingatkan Bahaya Repetisi Tragedi Masa Lalu
DPP AJUN Apresiasi Langkah Tegas Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar Berantas Rokok Ilegal
Pemimpin Bijak dalam Menegakkan Hukum, Antara Tegas dan Berkeadilan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:58 WIB

Respons Sigap Polresta Balikpapan Atasi Pasir Ilegal, Diapresiasi DPP AJUN Penegakan Hukum Harus Tuntas Demi Lingkungan Dan Kepastian Rasa Aman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Jual Beli Pasir Hasil Tambang Ilegal di Balikpapan Makin Merajalela, Jaringan Pengawasan Dinilai Lemah Dan Lumpuh  

Rabu, 22 Juli 2026 - 02:38 WIB

*Dugaan Konflik Kepentingan Mengemuka, INAKOR Sulsel Soroti Proses Pemberian Sanksi terhadap ASN di Bone*

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:01 WIB

30 Anak Diduga Jadi Korban Pelecehan di SDN Nipa-Nipa Makassar, DP3A Kawal Ketat Proses Hukum dan Pemulihan Korban

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:58 WIB

Sorot Anggaran Museum Gowa dan Mesjid Tua Katangka Rp 447 Juta vs Realita Lapangan : LSM & AJUN Duga Mark-up dan Korupsi Pemeliharaan, Segera Lapor ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Pemda Murung raya

Bupati Heriyus Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Murung Raya

Selasa, 18 Agu 2026 - 11:14 WIB

Muara teweh

PT. MPG SELENGGARAKAN KEGIATAN SUNAT MASSAL UNTUK 3 DESA

Selasa, 18 Agu 2026 - 06:31 WIB