SULSEL, AJUN.OR.ID–Rumah Pegiat Hukum dan Demokrasi mendesak Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk bertindak cepat dan transparan dalam mengusut kasus penembakan pengacara Rudi S Gani (48) di Kabupaten Bone yang terjadi pada malam pergantian tahun 31 Desember 2024.
Kepada Media, Pernyataan ini dinyatakan langsung oleh para praktisi Rumah Pegiat Hukum dan Demokrasi saat menggelar diskusi kasus tersebut di Warkop Jl Sunu Makassar, Sabtu 4 Januari 2025.
“Kami menduga keras motif dibalik penembakan yang menewaskan korban ini merupakan motif kejahatan yang terstruktur dan sistematis dalam rangkaian tindakan pembunuhan yang diduga terencana oleh pelaku”. Kata Muh. Riswan, S.H., Praktisi Pegiat Hukum dan Demokrasi Kepada Media.
Ditempat yang sama, Akademisi dan pemerhati hukum, Ali Risfandi Tuarita, S.H., mengungkapkan, kasus ini merupakan tugas utama yang harus diprioritaskan sekaligus ujian bagi Kapolri di awal tahun 2025 untuk lebih cepat mengusut tuntas serta mengungkap secara profesional dan transparansi serta terang benderang motif dari penembakan tersebut.
“Mengigat profesi korban merupakan seorang pengacara. Hal ini jika tidak di usut secara serius kami menganggap akan ada trauma yang berkesan dengan profesi pengacara yang bekerja pada supremasi hukum.” Tegas ALi.
Diketahui Korban yang merupakan profesi Advokat/Pengacara atas nama Rudi S Gani, ditembak orang tak dikenal saat makan bersama keluarga di rumah istrinya, di Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, tepat pada malam pergantian tahun 2024.
POTO KORBAN USUT TUNTAS
Kepada Media, Fandi Menimpali saat diskusi berlangsung, “kami mendesak jajaran institusi polri membentuk tim khusus guna mengusut, menangkap, membuka motif penembakan ini secara transparan serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja institusi kepolisian di awal tahun 2025 ini”.
“Alat senjata tajam berupa senpi atau sejenisnya yang digunakan oleh pelaku harus diungkap sumbernya darimana,” tegas anggota Rumah Pegiat Hukum dan Demokrasi ini.
Sampai saat ini diketahui Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit ji Bhayangkara Makassar untuk dilakukan diautopsi.(*/) Donny












