10 Oktober 2026
GOWA, AJUN.OR.ID– Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif tidak dapat dibangun di atas menara gading, melainkan harus tumbuh dari akar rumput melalui kebersamaan dan kepedulian. Berlandaskan filosofi tersebut, Polresta Gowa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gowa menggelar Safari Subuh Kamtibmas di Masjid Nurul Hikmah, Dusun Borong Bulo, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Gowa, Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA, ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Lebih dari itu, ini adalah manifestasi komitmen Polri untuk hadir secara humanis, mendengarkan denyut nadi masyarakat, serta merajut kekuatan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.
Kehadiran unsur pimpinan daerah dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan adalah tanggung jawab kolektif. Turut hadir dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Gowa Ir. H. Darmawangsyah Muin, S.T., M.Si., Dandim 1409/Gowa Letkol Arm. Sapari, S.Sos., Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gowa Andi Ardiaman, S.H., Ketua KPU Kabupaten Gowa Fitra Syahdanul, S.Sos., M.Si., beserta para pejabat utama TNI-Polri, camat, kepala desa/lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).
Wakil Bupati Gowa, Ir. H. Darmawangsyah Muin, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif humanis Kapolresta Gowa. “Safari Subuh ini adalah ruang dialog yang luar biasa. Ke depan, kami sepakat agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat melalui Safari Subuh bersama Forkopimda akan diagendakan secara rutin dua kali dalam sebulan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dandim 1409/Gowa, Letkol Arm. Sapari, yang baru saja menjabat, menggunakan momentum ini untuk memperkenalkan diri sekaligus menegaskan solidnya sinergitas Tiga Pilar. “Kekompakan Forkopimda adalah modal utama kita. Keamanan Gowa adalah cerminan dari kerukunan warganya,” tegasnya.
Dalam arahannya, Kapolresta Gowa menekankan bahwa pendekatan persuasif dan kultural adalah kunci pencegahan kejahatan. Ia mengajak seluruh elemen untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan penjagaan moralitas lingkungan.
“Kami datang ke tengah-tengah jamaah bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai pelayan, pendengar, dan bagian dari masyarakat itu sendiri. Keamanan bukanlah produk tunggal dari kepolisian, melainkan hasil dari kepedulian tetangga terhadap tetangga, dan gotong royong seluruh elemen,” ungkap Kombes Pol. Muh. Yusuf Usman.
Ia menambahkan, “Jangan ragu untuk berkoordinasi. Pintu kami selalu terbuka. Mari kita cegah gangguan sebelum terjadi, bukan sekadar menindak setelah kejadian. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Gowa yang aman dan damai.”
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial (social empathy), rangkaian Safari Subuh diisi dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada warga. Langkah ini menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya menjaga rasa aman, tetapi juga turut peka terhadap kesejahteraan masyarakat di tingkat paling dasar.
Melalui pendekatan dari hati ke hati, Polresta Gowa dan Forkopimda optimistis dapat membangun kepercayaan publik (public trust) yang kokoh. Karena pada akhirnya, keamanan yang sejati lahir dari kepercayaan, dan kedamaian yang abadi tumbuh dari kebersamaan.(*/)











